Agenda & Kegiatan

Data belum tersedia saat ini.
Silahkan kembali lagi lain waktu. Terimakasih.

Data belum tersedia saat ini.
Silahkan kembali lagi lain waktu. Terimakasih.

Galeri Photo

29 Juni 2015

Call For Papers Seminar Nasional & Kongres ISEI XIX

CALL FOR PAPERS

Seminar Nasional & KONGRES ISEI XIX
Hotel Bumi Surabaya, 7 – 9 Oktober 2015

Tema: "Menghidupkan Kembali Sektor Industri sebagai Penggerak Ekonomi Nasional"

 

PENDAHULUAN

Krisis besar Asia satu setengah dasawarsa yang lalu telah memicu perubahan konfigurasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perubahan paling besar terjadi pada sektor penggerak perekonomian. Sektor industri manufaktur tidak mampu pulih kembali pada peran yang didudukinya semula. Alih alih menjadi motor penggerak, peran sektor ini praktis selalu berada dibawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Berarti perannya di dalam perekonomian justru turun terus. Jika ditilik sedikit lebih jauh segera tampak bahwa Indonesia kehilangan daya saing pada bidang-bidang andalan sebelumnya, seperti industri padat karya. Sementara keunggulan pada kegiatan lain semisal merebut posisi dalam value-chain regional, atau memasuki kegiatan industri yang lebih tinggi tingkatannya, tidak memenuhi syarat dan landasan yang dibutuhkan. Kekurangan dimaksud terutama karena keterbelakangan dari mutu modal manusia, pembangunan prasarana fisik dan energi, dan pelbagai kelembagaan khususnya dalam bidang ekonomi dan hukum.

Sebagai negara yang kaya sumberdaya alam, ekonomi Indonesia paska krisis secara berangsur bergerak kearah ini. Berbagai kegiatan eksploitasi dan ekspor hasil minerba maupun perkebunan merebak terutama di daerah luar Jawa. Pada saat yang bersamaan memang terjadi suatu super siklus permintaan dan harga-harga komodti tersebut di pasar dunia. Di pihak lain, Indonesia sejak semula dikenal sebagai masyarakat yang kecenderungan konsumsinya tinggi. Artinya lebih tinggi dari kecenderungan konsumsi masyarakat di negara sekitar. Kemudian pelaksanaan otonomi daerah sejak 2001 semakin mengukuhkan tingkat konsumsi masyarakat yang sudah tinggi tersebut. Gabungan dinamika konsumsi masyarakat dan ekspor terbentuk menjadi pijakan utama pertumbuhan ekonomi nasional. Tentu saja sampai tingkat tertentu berkembang pula industri barang konsumsi, terutama di pulau Jawa, memanfaatkan dinamika yang ada. Untuk itu investasi asing juga datang mengingat resesi ekonomi yang terjadi di belahan dunia lain. Namun pada dasarnya hasilnya ditujukan ke dalam negeri. Model pertumbuhan paska krisis tersebut semula melahirkan rangkaian pertumbuhan yang relatif stabil, sekalipun tetap lebih rendah dari masa sebelumnya. Alasan utama capaian tersebut karena peran konsumsi masyarakat yang relatif stabil sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan.

Setidaknya kinerja yang demikian dapat dipertahankan sampai salah satu dari kedua pilar mulai melemah. Sayangnya masa bulan madu yang memang memanjakan tidak berlangsung lama. Ekonomi negara-negara majupun tidak pula pulih, bahkan disusul dengan perlambatan di negara-negara emerging termasuk India dan Cina. Super siklus komoditi sumber daya alam mulai hilang sejak kuartal akhir tahun 2011, yang pada gilirannya memaksa ekspor Indonesia merosot. Fenomena ini di satu pihak tentu mengurangi dukungan pada pertumbuhan ekonomi. Sedangkan di lain pihak penurunan ekspor yang terjadi dengan cepat, membuat defisit Transaksi Berjalan dalam Negara Pembayaran meningkat dengan cepat pula. Perlu dicatat bahwa peningkatan defisit Transakasi Berjalan tidak hanya disebabkan oleh ekspor yang merosot. Terdapat dua faktor lagi yang bergabung menempatkan ekonomi Indonesia dalam posisi sulit. Kedua faktor dimaksud adalah kebijakan BBM dan minimya industri penghasil bahan baku/setengah jadi maupun barang modal nasional.

Belum pulihnya perkembangan sektor industri manufaktur pertama-tama membuat pertumbuhan ekonomi tidak optimal. Sejauh ini pertumbuhan ekonomi Indonesia paska krisis Asia tidak pernah mencapai 7%, jauh lebih rendah dari puncak pertumbuhan di masa sebelumnya yang mampu mencapai 9%. Pertumbuhan sektor manufaktur yang rendah juga tidak mendukung peningkatan dan pendalaman struktur industri. Dalam hal ini perkembangan industri penghasil bahan baku/setengah jadi, apalagi barang modal tetap lemah. Keadaan ini merupakan sebab lain dari lonjakan defisit Transaksi Berjalan seperti disinggung sebelumnya. Hal penting lain sehubungan dengan tidak pulihnya pertumbuhan sektor manufaktur adalah lambatnya proses transformasi struktural di dalam perekonomian. Landasan utama perubahan struktural adalah perkembangan sektor manufaktur. Bagaimanapun juga sektor ini merupakan pilar utama bagi perkembangan, penyerapan angkatan kerja, dan peningkatan produktifitas secara bersama-sama. Menghadapi penurunan ekspor beberapa tahun terakhir mendorong Pemerintahan yang lalu berupaya menggerakkan pengolahan hasil tambang minerba dan perkebunan. Kebijakan tersebut bertepatan dengan berlakunya UU tentang Minerba pada awal 2014. Sayangnya kelemahan infrastruktur fisik dan ekonomi dunia yang belum pulih membuat upaya ini tidak berhasil sebagaimana diinginkan.

Menyadari betapa pentingnya menggerakkan kembali industri manufaktur mendukung pertumbuhan dan transformasi ekonomi nasional, mendorong (Pengurus Pusat) PP-ISEI melaksanakan rangkaian seminar dan diskusi tentang tema ini. Pembahasan topik ini semakin relevan dan tepat waktu karena Pemerintahan baru sedang memasuki tahun pertama mandatnya. Untuk melihat secara lebih mendalam “strategi industri” yang tepat dan reformasi seperti apa yang perlu ditempuh, PP-ISEI mengadakan Seminar Nasional dalam rangka Kongres ISEI XIX di Surabaya, dengan mengusung tema: "Menghidupkan Kembali Sektor Industri sebagai Penggerak Ekonomi Nasional". Melalui kegiatan ini diharapkan muncul berbagai pemikiran segar sebagai bahan masukan untuk pembangunan industri dalam rangka pembangunan nasional. Mengingat situasi ekonomi nasional yang sedang berada dakam lingkungan ekonomi dunia yang belum sehat, maka perubahan orientasi kebijakan tentu seyogianya dikaitkan dengan kerangka kebijakan moneter dan fiskal. Selain perlu rumusan yang mendukung strategi revitalisasi sektor industri, penting pula menyembuhkan kelemahan yang terjadi pada ekonomi skala makro.

Untuk tujuan itu, PP ISEI akan mengundang akademisi, birokrasi, dan praktisi untuk berkontribusi dalam penulisan paper ilmiah yang mengacu pada tiga sub tema utama, yaitu :

  1. Strategi dan Kebijakan Akselerasi Industri Manufaktur;
  2. Dukungan Kebijakan Fiskal dan Moneter mendukung akselerasi sektor industri yang berdaya saing;
  3. Strategi pengembangan infrastruktur, SDM dan R&D dalam menghidupkan sektor industri yang berdaya saing;

 

TEMA-TEMA TERKAIT UNTUK CALL FOR PAPERS

  • Strategi dan kebijakan akselerasi industri manufaktur;
  • Strategi pengembangan infrastruktur dan sistem logistik dalam menghidupkan kembali sektor industri;
  • Pengembangan SDM dan kompetensi inti industri untuk meningkatkan daya saing industri;
  • Pengembangan prioritas industri nasional dan pewilayahan industri untuk peningkatan akselerasi pertumbuhan industri;
  • Dukungan R&D (penelitian dan pengembangan) dan R4D (penelitian untuk pengembangan) untuk menghidupkan kembali sektor industri;
  • Aransemen kelembagaan dan strategi kemitraan industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri besar untuk membantu percepatan, pendalaman dan penyehatan struktur industri nasional;
  • Opsi kebijakan pengembangan industri strategis nasional untuk mendukung akselerasi petumbuhan sektor industri;
  • Masa depan industri hijau dalam kerangka percepatan dan keberlanjutan pembangunan sektor industri nasional;
  • Kebijakan fiskal dan moneter untuk mendukung akselerasi sektor industri yang berdaya saing;
  • Kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan ketahanan (resilience) dan kestabilan (stability) perekonomian dan industri serta menekan risiko sistemik (systemic risk).

 

PANITIA CALL FOR PAPERS

Ketua Panitia Pengarah Dr. Prasetijono Widjojo Malang Joedo
Ketua Panitia Pelaksana Prof. Dr. Edy Suandi Hamid
Koordinator Reviewers Prof. Dr. Bustanul Arifin
Reviewers Prof. Dr. Lincolin Arsyad
Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika
Prof. Dr. Suahasil Nazara

 

PUBLIKASI ARTIKEL
FASILITAS UNTUK KONTRIBUTOR PEMENANG

Artikel yang dinyatakan layak oleh tim reviewer akan dipresentasikan pada Parallel Session Kongres ISEI XIX di Hotel Bumi Surabaya 7 – 9 Oktober 2015. Satu orang penulis (utama) berhak mendapatkan fasilitas akomodasi hotel selama seminar, tiket pesawat- pp, dan insentif dari Panitia Pelaksana. Artikel yang masuk ke panitia sepenuhnya menjadi hak ISEI Pusat dan akan diseleksi untuk dipublikasi dalam Procedding dan/atau Publikasi lain yang dimiliki oleh Pengurus Pusat ISEI

 

PEDOMAN SINGKAT UNTUK KONTRIBUTOR

Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris. Naskah ditulis dengan menggunakan Microsoft Office Word, dengan spasi ganda, huruf Times New Roman 12 pt, ukuran kertas A4, dengan panjang naskah maksimal 20 halaman. Naskah memuat judul (tidak lebih dari dua belas kata), nama penulis (afiliasi lembaga dan email), abstrak (ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, 150-200 kata, disertai lima kata kunci). Abstrak terdiri dari tujuan studi, metode riset yang digunakan, hasil studi, dan kesimpulannya. Didalam abstrak tidak perlu ada referensi, dan tidak perlu ada penyajian persamaan.

Bagian utama naskah disajikan dengan sistematika: Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil dan Pembahasan, Simpulan dan Rekomendasi, dan Daftar Pustaka. Untuk Data, Grafik, dan Ilustrasi lainnya diupayakan dimasukkan dalam bagian utama naskah bukan dimasukkan sebagai lampiran. Pendahuluan meliputi latar belakang studi dan tujuan studi. Dalam pendahuluan tidak perlu dimasukkan dukungan konsep ataupun tinjauan teori, melainkan memasukkan hasil penelitian terkait yang berasal dari jurnal ilmiah yang sudah dipublikasi dalam 10 tahun terakhir. Pada bagian pendahuluan ini tidak ada sub judul.

Pada bagian selanjutnya dapat diberikan judul dan sub judul. Judul peringkat 1, HURUF BESAR SEMUA TEBAL. Judul peringkat 2, Huruf Besar Kecil Tebal. Judul peringkat 3, Huruf Besar Kecil Tebal dan Miring. Penyajian persamaan, tabel, gambar, harus disertai dengan nomor urut yang konsisten, judulnya, dan sumbernya. Pengutipan dan penyusunan daftar pustaka menggunakan American Psychology Association (APA) Style Format. Referensi dalam teks menyebutkan nama dan diikuti tahun (ditempatkan dalam tanda kurung) di mana referensi tersebut diterbitkan. Misal: ...dalam penelusuran Lassa (2008), konsep ketahanan pangan ... menurun pada sepuluh tahun terakhir (Chong & Liu, 2009). Sejalan dengan temuan Bloningen et al. (2005)....

Contoh Daftar Pustaka
  • Adiningsih, S. (2007). Indonesia: ten years after the economic crisis. IDS Bulletin (Brighton), 38:45–58.
  • Cornet, M. M., McNutt, J. J., & Tehranian, H. (2006). Performance changes around bank mergers: Revenue enhancement versus cost reductions. Journal Money Credit Bank, 38, 1013-1050. http://dx.doi.org/10.1353/mcb.2006.0053.
  • Hill, H., & Shirishi, T. (2007). Indonesia after the Asian crisis. Asian Economic Policy Review, 2:123–141.
  • Yustika, A. E. (2013). Ekonomi Kelembagaan Paradigma, Teori, dan Kebijakan. Jakarta : Erlangga.

 

PANITIA CALL FOR PAPERS

Ketua Panitia Pengarah Dr. Prasetijono Widjojo Malang Joedo
Ketua Panitia Pelaksana Prof. Dr. Edy Suandi Hamid
Koordinator Reviewers Prof. Dr. Bustanul Arifin
Reviewers Prof. Dr. Lincolin Arsyad
Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika
Prof. Dr. Suahasil Nazara

 

WAKTU PENTING

Batas Waktu Pengiriman 4 September 2015
Artikel dikirim ke: isei.pusat@gmail.com
Pengumuman Pemenang 14 September 2015
Penyerahan Revisi 21 September 2015
Batas Waktu Registrasi  25 September 2015

 

Sekretariat Panitia

Kantor Pusat ISEI
Jl. Daksa IV/9, Kebayoran Baru, Jakarta 12110
Telp. (62-21) 722-2463, Fax : (62-21) 720-1812, Email : isei.pusat@gmail.com.
Managing Editor: Firman S.P. Harahap, MEc - Hp/WA: 0821-1273-4541