Breaking News! Highlight Sidang Pleno ISEI XXIV dan Seminar Nasional 2025
Jurnal Ekonomi Indonesia
Paper ilmiah di bidang ekonomi moneter, keuangan, perbankan, regulasi makroprudensial, sistem pembayaran, ekonomi internasional, ekonomi pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi.
Kajian Kebijakan Publik

Transformasi Sektor Riil, Hilirisasi, dan Peran Negara menuju Indonesia Emas 2045

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Kajian Kebijakan Publik Bidang IV Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) berjudul “Transformasi Sektor Riil, Hilirisasi, dan Peran Negara menuju Indonesia Emas 2045” dapat disusun dan disajikan kepada publik.

Transformasi ekonomi Indonesia sesungguhnya telah dan sedang berlangsung. Berbagai indikator makroekonomi menunjukkan capaian yang patut diapresiasi. Investasi tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan, kontribusi industri pengolahan dalam perekonomian nasional terjaga, tingkat pengangguran terbuka berada pada level terendah pascapandemi, surplus perdagangan berlangsung konsisten, dan tingkat kemiskinan menunjukkan tren penurunan. Capaian-capaian tersebut mencerminkan adanya fondasi yang relatif kuat bagi proses pembangunan jangka menengah dan panjang.

Namun demikian, capaian tersebut juga diiringi oleh sejumlah sinyal peringatan yang perlu dicermati secara jernih. Dominasi sektor informal dalam penyerapan tenaga kerja cenderung meningkat, jumlah dan proporsi pekerja formal mengalami penurunan, serta beberapa sektor utama menunjukkan pelemahan daya serap tenaga kerja. Di sisi lain, menyusutnya jumlah dan proporsi kelas menengah menjadi indikasi adanya kerentanan kesejahteraan rumah tangga. Kontras antara capaian makro dan kualitas hasil pembangunan inilah yang menegaskan bahwa transformasi ekonomi tidak cukup diukur dari laju pertumbuhan semata, tetapi juga dari mutu struktur ekonomi dan kualitas lapangan kerja yang dihasilkan.

Dalam konteks tersebut, agenda transformasi sektor riil dan hilirisasi harus ditempatkan sebagai strategi pembangunan yang substantif dan terukur. Hilirisasi tidak semata dipahami sebagai peningkatan kapasitas pengolahan komoditas primer, khususnya di sektor pertambangan, tetapi juga sebagai upaya sistematis untuk memperkuat nilai tambah di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, pangan, dan energi.

Transformasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, memperluas penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global.

Kajian ini disusun dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks, baik dari sisi global maupun domestik. Ketidakpastian geopolitik, disrupsi rantai pasok, percepatan perkembangan teknologi termasuk kecerdasan buatan, 5Transformasi Sektor Riil, Hilirisasi, dan Peran Negara Menuju Indonesia Emas 2045 menguatnya peran negara dalam perekonomian berbagai negara, serta dampak krisis iklim merupakan tantangan nyata yang menuntut kebijakan ekonomi yang adaptif, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang. Tantangan-tantangan tersebut hadir di atas berbagai persoalan struktural yang belum sepenuhnya terselesaikan, seperti kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, serta ketahanan pangan, energi, dan air.

Oleh karena itu, kajian ini juga menekankan pentingnya keseimbangan peran negara dalam proses transformasi ekonomi. Negara perlu hadir secara efektif sebagai penentu arah strategis, penguat koordinasi lintas sektor, penyedia prasyarat pembangunan, serta penggerak penyelesaian berbagai hambatan struktural. Pada saat yang sama, transformasi ekonomi membutuhkan iklim usaha yang sehat, adil, dan kompetitif agar inovasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Peran negara dan mekanisme pasar bukanlah dua hal yang saling meniadakan, melainkan harus saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkeadilan.

Kajian ini merupakan rangkuman proses diskusi, pertukaran gagasan, dan refleksi para ekonom yang tergabung dalam Bidang IV PP ISEI. Oleh karena itu, kajian ini disadari bukan sebagai dokumen yang final dan tertutup, melainkan sebagai dokumen yang hidup dan terbuka untuk terus dikaji, diuji, dan disempurnakan seiring dengan perubahan kondisi dan tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia.

Akhir kata, semoga kajian ini dapat memberikan manfaat dan menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat luas dalam memperkuat agenda transformasi sektor riil, mempercepat hilirisasi bernilai tambah, dan menata peran negara secara efektif demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Jakarta, Januari 2026

Prof. Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, M.Si.
Ketua Bidang IV PP ISEI
Perumusan Kebijakan Sektor Riil dan Struktural