Breaking News! Pelantikan ISEI Cabang Semarang: Pentingnya Kepakaran dan Kebijakan Berbasis Bukti Dalam Agenda Pembangunan
Berita ISEI

Pelantikan ISEI Cabang Semarang: Pentingnya Kepakaran dan Kebijakan Berbasis Bukti Dalam Agenda Pembangunan

22 May 2026

Pengurus Pusat ISEI, Bapak Doddy Zulverdy mewakili Bapak Ketua Umum PP ISEI dan Bapak Lukman Hakim sebagai Koordinator ISEI Wilayah Tengah menghadiri agenda Pelantikan Pengurus Pusat ISEI Cabang Semarang Koordinator Provinsi Jawa Tengah Periode 2026 – 2029. Acara ini diselenggarakan di Ruang Borobudur LPPM Universitas Negeri Semarang  pada hari Kamis tanggal 21 Mei 2026.

Acara yang berlangsung meriah dengan penuh dukungan dari berbagai pihak yakni unsur akademisi, bisnis, dan government (ABG) menjadi momentum penting untuk memperkuat dan membuka ruang sinergi serta kolaborasi baik di pusat dan daerah untuk mendorong aktivitas perekonomian nasional. Dalam sambutannya, Bapak Zaenuri selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Semarang menyampaikan pentingnya peran ISEI dalam memastikan kualitas pertumbuhan yang tidak hanya sekedar tumbuh tetapi berkualitas, berkelanjutan, dan merata. Bahkan beliau menekankan peran ISEI dapat mengawal narasi ketidakpastian yang semakin pendek dan kompleks menuju skala risiko yang dapat diukur untuk memitigasi shock pada perekonomian domestik.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan petikan SK Kepengurusan oleh Bapak Lukman Hakim kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Bapak Doddy Zulverdi selaku Wakil Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri PP ISEI dan Ibu Sucihastiningsih Dian Wisika Prajanti selaku Ketua ISEI Cabang Semarang Koordinator Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pelantikan, hadir pula Bapak Suharnomo selaku Ketua ISEI Cabang Semarang Koordinator Provinsi Jawa Tengah Periode 2023 – 2026 yang memberikan Pataka Bendera Organisasi dimana menjadi simbolis penyerahan estafet kepemimpinan dan dilanjutkan oleh refleksi dan pesan kepada Ketua ISEI Cabang Semarang Koordinator Provinsi Jawa Tengah Periode 2026 – 2029. Selanjutnya, Ibu Sucihastiningsih Dian Wisika Prajanti berkomitmen untuk mengutamakan data dan riset untuk dapat memberikan masukan dan kebijakan berbasis bukti (evidence base policy).

Dalam sambutannya, Ibu Agustina Wilujeng Pramestuti selaku Wali Kota Semarang yang mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan ISEI Cabang Semarang Koordinator Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 – 2029. Beliau juga mendorong peran strategis ISEI Cabang Semarang Koordinator Provinsi Jawa Tengah sebagai mitra utama untuk dapat mendorong program ekonomi kerakyatan (waras ekonomi) melalui ajakan melakukan riset dan evidence base policy. Dalam penutupnya, beliau juga menyampaikan pentingnya kehadiran kepakaran dalam tata kelola Pemerintahan agar dapat memenuhi aspek GRC dan SDG’s untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya di atas kertas namun dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam agenda pelantikan dilaksanakan juga Seminar Nasional dan Diseminasi Kebijakan yang dikemas dalam diskusi panel yang dimoderasi oleh Bapak Firmansyah. Dalam diskusi panel, Bapak M. Noor Nugroho selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memberikan update kondisi perekonomian Provinsi Jawa Tengah yang berhasil tumbuh sebesar 5,89% diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam paparannya dijelaskan bahwa perlu diakui bahwa Provinsi Jawa Tengah terutama dunia usaha mengalami tekanan mulai dari kenaikan biaya logistik dan komoditas impor bahan baku industri terutama akibat Konflik Selat Hormuz yang juga berimplikasi pada melemahnya nilai tukar rupiah.

Selanjutnya, Bapak Doddy Zulverdi selaku Wakil Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri PP ISEI yang juga Dewan Komisioner LPS RI memberikan outlook perekonomian nasional tahun 2026 terutama akibat dampak ketidakpastian global yang berdampak pada perekonomian domestik terutama pada kesehatan perbankan dan Tabungan nasabah. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kepastian dan konsistensi kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik terutama untuk menghindari outlook negatif dari berbagai lembaga rating global. Dalam perannya, LPS RI berperan sebagai penjamin akhir bagi tabungan nasabah yang bernilai hingga Rp2 miliar dan angka penjaminan ini sebesar 23,9 kali dari PDB perkapita Indonesia yang merupakan rata-rata tertinggi secara global.

Kegiatan Seminar Nasional dan Diseminasi Kebijakan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab yang disambut  dengan banyaknya pertanyaan dari mahasiswa mengenai kondisi perekonomian domestik terutama mengenai kenaikan harga pangan beberapa komoditas, pelemahan nilai tukar serta pasar modal Indonesia, dan potensi terjadinya krisis. Pada kesempatan ini disampaikan oleh para narasumber mengenai strategi Pemerintah terutama Bank Indonesia dalam menjaga harga pangan, merespon pelemahan nilai tukar serta pasar modal dan LPS RI juga mengambil peran menjaga kesehatan perbankan dan mendorong masyarakat agar tetap optimis serta waspada karena fundamental perekonomian Indonesia masih kuat dan solid.